Selamat Memperingati Peristiwa Konferensi Meja Bundar 23 Agustus 2025

Halo Insan Pers Pelajar! Apa kabar semuanya? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa! Kali ini aku mau membahas peristiwa Konferensi Meja Bundar. Mau tau kelanjutannya? Simak terus artikelnya ya~

Konferensi Meja Bundar adalah pertemuan yang diselenggarakan di Den Haag Belanda, pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kerajaan Belanda, Republik Indonesia, dan Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) atau juga bisa disebut Majelis Permusyawaratan Federal. Berikut tokoh-tokoh yang terlibat dalam KMB:
- Kerajaan Belanda diwakili oleh Perdana Menteri Willem Drees, Menteri Seberang 
  Lautan A.M.A. Sassen. 
- Republik Indonesia dipimpin oleh Mohammad Hatta didampingi dengan Dr.
   Soepomo, Prof. Mr. Moh. Roem, dan lain-lain. 
- Majelis Permusyawaratan Federal yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Pontianak.

Semua ini terjadi karena Belanda tidak mau menerima kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Buat Belanda, Indonesia masih dianggap sebagai bagian dari Kerajaan Belanda (koloni). Jadi mereka berusaha menguasai kembali lewat cara Kekerasan (militer) contohnya seperti Agresi Militer I dan II, dan Diplomasi contohnya ikut dalam Linggarjati, Renville, dan lain-lain. Tapi sikap Belanda ini akhirnya banyak dikecam dunia internasional, termasuk oleh PBB dan negara-negara lain yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Dan itulah mengapa Konferensi Meja Bundar terjadi. 

Tujuan utama dari konferensi ini adalah mencari penyelesaian damai antara Indonesia dan Belanda, Belanda akhirnya bersedia mengakui kedaulatan Indonesia, walaupun dengan syarat Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) dan tetap bergabung dalam Uni Indonesia-Belanda. Kemudian hasil dari Konferensi Meja Bundar dituangkan dalam sebuah piagam.

Mungkin segitu aja dari aku, mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang enak didengar, dan sampai jumpa di blog Garda selanjutnya yaa!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Animasi Jumbo

Arctic Monkeys

Tragedi Affan Kurniawan