GARDA Berkunjung ke Pekan Sastra Bogor, Apa & Siapa Sastrawan di Bogor?
Halo Insan Pers Pelajar! Apa kabar semuanya? Semoga senantiasa sehat dan bahagia, yaa! Jadi, hari ini aku mau membahas tentang Pekan Sastra Bogor, nih. Yuk, simak terus artikelnya!
Pada kesempatan kali ini, Gabungan Jurnalis Muda MTs Negeri Kota Bogor pergi menuju Perpustakaan Kota Bogor untuk mengikuti acara Pekan Sastra Bogor pada hari Sabtu tanggal 19 September 2026. Pekan Sastra Bogor ini memiliki Narasumber Okky Madasari, Bardjan, dan Langgeng Prima Adiguna serta Zen Sartre sebagai Moderator
Di Perpustakaan & Galeri Kota Bogor terselenggara diskusi "Apa & Siapa Sastrawan di Bogor?", mengangkat tokoh-tokoh penulis yang lahir, tumbuh, dan berkarya di kota ini.
Dalam ruang diskusi Pekan Sastra Bogor, Kak Bardjan menghadirkan perspektif mengenai hakikat berpuisi dengan mempertanyakan batas-batas konvensional sastra yang sering kali dianggap eksklusif. Menurut Kak Bardjan menulis puisi tidak harus selalu terikat pada diksi-diksi yang rumit dan berbahasa tinggi melainkan dapat memanfaatkan bahasa sehari-hari yang jujur dan dekat dengan realitas kehidupan kita.
Selanjutnya oleh Mbak Okky Madasari, beliau menjelaskan alasan kenapa seseorang mulai menulis karya sastra. Menurutnya, tulisan biasanya lahir dari rasa kepikiran atau kegelisahan seseorang terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya, seperti masalah sosial atau aturan yang ada.
Lingkungan kampus menjadi ruang perjumpaan bagi para penulis, salah satunya melalui komunitas seni yang menurut Mas Langgeng Prima Adiguna lahir dari komunitas kampus di IPB. Ka Bardjan juga menyebut Universitas Pakuan sebagai salah satu kampus yang mengadakan lomba puisi dan cerpen, sementara pengalamannya merantau ke Jakarta menunjukkan bahwa komunitas penting bagi penulis untuk terus berkembang dan menemukan lingkungan baru.
Kegiatan Pekan Sastra Bogor pun menjadi pengalaman dan kegiatan yang menarik bagi Gabungan Jurnalis Muda MTs Negri Kota Bogor untuk mengenal lebih jauh dunia sastra dan juga para sastrawan di Bogor. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang bagi generasi untuk terus mengenal, mencintai, dan ikut berkarya dalam dunia sastra.
Sekian pembahasan kali ini. Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di pembahasan berikutnya!
Komentar
Posting Komentar